Puisi “Apresiator Tinggal di Awan”

PISAU SASTRA (PisTra), Kolom RUANG KARYA/PUISI, Sabtu (10/10/2026) – Puisi berjudul “Apresiator Tinggal di Awan” ini merupakan buah karya dari Ayie S. Bukhary, sastrawan Bandung yang kini aktif di Laskar Panggung Bandung.

Ruang kosong berperiode

Layar buka dan tutup sebuah episode

Panggung pergelaran keliaran boneka peran

Terisi kepala dituliskan pengatur ujaran

Penafsir berkomentar kekhususan bidang

Melihat keterkaitan jadi bahan bincang

Kebenaran tertopang sudut pandang

Tidak pernah dan tidak akan pernah berlaku mutlak

Karena semata nilai tidak memukul telak

Rupa cahaya dan peta lukisan gerak

Perhatian tidak selalu steril dari suka

Tinggal baca kedalam kesadaran terbuka

Menjauhkan kedangkalan penutup merdeka

Bila sudah jadi barang terbuka memang milik siapa saja yang menerima

Tidak bisa disamakan kepala untuk menjelma

Seiring berpegang dengan tali yang sama

Akar dasar menguat dari tanah berunsur

Bisa kaku dan lentur

Tergantung sekitar membujur

Menafsir bacaan membidang

Luas pandang sebatas bayang

Tidak akan utuh melihat belakang

***

Judul: Apresiator Tinggal di Awan

Pengarang: Ayie S. Bukhary

Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

Ayie S. Bukhary, Penulis/Pengarang – (Sumber: PISTRA)

Ayie S. Bukhary tinggal di Bandung, aktif di Laskar Panggung Bandung. Pendidikan STH, ASTI/STSI/ISBI. Pernah mengajar di SMA TRINITAS.

Beberapa karya Ayie di antaranya “Estetika Maling”, “Kabayan dan Jangkrik” (Film), Teater (“Tiang Gantungan”, “Pak Ukur”) dan lain-lain.

Karya Ayie lainnya dalam bentuk buku  adalah Ontologi Puisi bertajuk “Merdeka Katamu” 81 Sastrawan Indonesia, Ontologi Haikuku Indonesia, temuankecil_pr, dan lain-lain.