PISAU SASTRA (PisTra), Kolom RUANG KARYA/PUISI, Rabu (26/08/2026) – Tiga puisi masing-masing berjudul “Lahir”, “Makna Hidup”, dan “Melangkah” ini merupakan karya original dari Yoyo C. Durachman, seorang penulis, pengarang, dosen, sutradara, dan budayawan Cimahi. Saat ini aktif sebagai salah satu anggota Tim Redaksi PISAU SASTRA.
LAHIR
mentari pagi
ruh diam dalam sunyi
raga menyapa
tangis menggema
MAKNA HIDUP
dunia dan kehidupan
tak berarti tanpa makna
usia dikejar masa
raga tak berdaya
dari suka-duka
berkalang tanah
MELANGKAH
kehidupan ayat yang bisa dibaca
pancaindra alat yang berguna
mengeja beragam peristiwa
mengalami dan memberi arti
dalam langkah yang tertatih
ersandung dan berlari
dalam suka dan lara hati
menuju tujuan pasti
***
Judul: Puisi “Lahir, Makna Hidup, dan Melangkah”
Pengarang: Yoyo C. Durachman
Editor: Jumari Haryadi
Sekilas tentang pengarang

Yoyo C. Durachman adalah seorang seniman dan budayawan Cimahi yang multitalenta. Pria kelahiran Bandung, 21 September 1954 ini dikenal sebagai dosen, aktor, sutradara, penulis, pengarang, dan budayawan.
Selama karirnya dalam dunia teater, tidak kurang dari 30 pementasan telah dilakukan Yoyo dengan kapasitas sebagai sutradara, pemain, penata pentas, konsultan, dan pimpinan produksi. Naskah drama berjudul “Dunia Seolah-olah” adalah naskah drama yang ia tulis dan dibukukan bersama naskah drama lain milik Joko Kurnain, Benny Johanes, Adang Ismet, Arthur S. Nalan, dan Harris Sukristian.
Pensiunan dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ini kini sering diundang sebagai juri maupun sebagai narasumber diberbagai kegiatan kebudayaan. Selain itu, Yoyo juga aktif sebagai salah satu anggota Tim Redaksi PISAU SASTRA.
***