PISAU SASTRA (PISTRA) – RUANG KARYA/ PUISI, Jumat (10/07/2026) –Puisi berjudul “Ibu Tangguh dan Perempuan Hari Ini” ini merupakan karya Maesaroh, seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak.
Di antara hari-hari yang terus berganti,
ada perempuan yang tetap berdiri.
Bukan karena hidup selalu mudah dijalani,
melainkan karena ia memilih kuat setiap hari.
Langkahnya mungkin tak selalu terlihat,
namun jejaknya hadir di setiap peluh dan niat.
Menguatkan keluarga, merawat harapan,
serta menanam kebaikan untuk masa depan.
Jika dulu tulisan menjadi penyambung mimpi,
kini keteguhan hati menjadi bukti.
Di rumah, di tempat kerja, di tengah masyarakat,
perempuan terus berkarya tanpa banyak syarat.
Perempuan masa kini bukan sekadar saksi zaman,
ia adalah penggerak dalam diam.
Menjalani banyak peran dalam satu waktu,
namun tetap menjaga kasih dan ilmu.
Ia mungkin lelah, namun tak menyerah.
Ia mungkin jatuh, namun kembali melangkah.
Karena di dalam dirinya tersimpan keyakinan,
bahwa setiap perjuangan akan melahirkan kebaikan.
Untuk para ibu tangguh dan perempuan hebat hari ini,
teruslah bertumbuh dan memberi arti.
Sebab dunia sering kali berubah bukan oleh suara yang paling tinggi,
melainkan oleh ketulusan perempuan yang tak pernah berhenti menginspirasi.
***
Judul: Ibu Tangguh dan Perempuan Hari Ini
Pengarang: Maesaroh, M.Sos.
Editor: JHK
Sekilas tentang Penyair
Maesaroh, M.Sos adalah seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak. Baginya, setiap anak lahir dengan potensi dan keunikannya masing-masing. Karena itu, tugas orang tua bukan mengubah anak sesuai keinginan, melainkan menangkap sinyal fitrah yang telah Allah titipkan sejak lahir.

Kecintaannya pada dunia literasi tumbuh sejak masa SMA. Dari kebiasaan menulis itulah, biidznillah, ia mendapatkan beasiswa bantuan pendidikan dari Yayasan Anak Bimbingan Ibu Ainun Habibie dan Bapak BJ Habibie hingga menyelesaikan pendidikan S1. Sejak saat itu, menulis menjadi bagian dari perjalanan hidup yang terus ia rawat hingga hari ini melalui artikel, puisi, cerpen, antologi, dan proses penyelesaian buku solo yang sedang diusahakan.
Setelah menikah pada 2014, Maesaroh lebih banyak membersamai anak-anak sebagai full time mom. Baginya, masa membersamai tumbuh kembang anak adalah amanah berharga yang tidak akan terulang kembali. Di tengah aktivitas rumah tangga, ia tetap aktif menulis setiap hari, belajar, serta berusaha menghadirkan karya yang bermanfaat bagi sesama.
Sebagai lulusan Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Maesaroh aktif berkarya dalam bidang komunikasi, dakwah, pendidikan, parenting, dan literasi keluarga. Ia juga dipercaya menjadi Tutor Universitas Terbuka pada 2026. Melalui tulisan dan proses belajar yang terus dijalani, ia berharap dapat menghadirkan manfaat, menginspirasi banyak orang, serta menebar kebaikan melalui karya dan keteladanan hidup.
“Berkarya dengan hati, menginspirasi negeri.”
***