Puisi “Jiwa Alinda”

PISAU SASTRA (PisTra), Kolom Ruang Karya/Puisi, Senin (06/04/2026) ─ Puisi berjudul “Jiwa Alinda” ini merupakan hasil karya Ardhi Ridwansyah, seorang penyair kelahiran Jakarta yang salah satu karya puisinya berjudul “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”.

Alinda tak lagi benci Ramones
Dia mulai bergumam tentang
Jaket jins dan tindik
Sesekali bicara politik dan
Kehidupan rakyat pinggir

Mata Alinda kini mengalun deras
Nada-nada yang memberontak
Berapi-api membakar jiwanya
Menghanguskan segala pikir  
Yang tak lagi sesuai zamannya

Rambut Alinda porak-poranda
Tak melulu lurus tanpa jalan berliku
Bila setiap napas adalah doa
Jangan biarkan padam tak tersisa
Bagitu kata Alinda.

Alinda mulai suka berdansa
Jalang dia menari-nari sembari
Tertawa menebar benih
Yang sepi harus diberangus
Dengan distorsi gitar merintih!

Jakarta, 2026

***

Judul: Jiwa Alinda
Pengarang: Ardhi Ridwansyah
Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

Ardhi Ridwansyah
Ardhi Ridwansyah , penulis/penyair – (Sumber: PISTRA)

Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998.  Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Termasuk 115 karya terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Bengkel Deklamasi 2021.

Puisi Ardhi juga dimuat di media seperti  Suara Sarawak (Malaysia), koran Merapi, Pontianak Post, Harian Waspada, Radar Tuban, Media Indonesia, Republika, situs Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), Banten Raya, Bangka Pos, dan Rakyat Sumbar.

Instagram: @ardhigidaw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *