Puisi “Sedekah Air Tanah”

PISAU SASTRA (PISTRA) – Kolom RUANG KARYA, Rabu (04/11/2026) –Sebuah puisi berjudul “Sedekah Air Tanah” ini merupakan hasil karya Pulo Lasman Simanjuntak, seorang penyair produktif. Saat ini penulis berdarah Batak ini tinggal di Kota Tangerang Selatan, Jawa Barat.

rumah yang kita bangun
dari tumpukan batu hitam
diiringi doa syafaat
jelang akhir zaman
kini nyaris rubuh
dihajar angin sakal
penderitaan jadi berkepanjangan

dua abad sudah terlewati
mencuri seribu botol minuman kemasan
menadah air kran
di bawah telapak kaki
harus bergerak cepat
secepat rusa mencari
pinggiran sungai-sungai
yang telah lama mati

rumah yang kita bangun
harus segera ditinggalkan
lantaran penghuninya
para lansia buta
yang tangannya berubah
jadi sedekah air tanah

tak punya tetangga
harus menggali sumur dalam dua puluh meter
seharga kantong kemelaratan
sangat ekstrem

sumber airnya dari mana, tanyamu tiba-tiba
tanpa gelisah
sebab danau dan situ di sini
mulai mengering

orang-orang masih lalu lalang-
tak peduli
pada sepasang pengantin mandul
selalu sedekah air tanah
sambil membawa sekeranjang sampah basah

semoga hujan deras datang
dari awan tebal
di perut lautan
paling dalam

***

Judul: Sedekah Air Tanah

Pengarang: Pulo Lasman Simanjuntak

Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

Penyair bernama lengkap Pulo Lasman Simanjuntak ini dilahirkan di Kota Surabaya pada 20 Juni 1961. Pendidikan tingginya ia tempuh di Sekolah Tinggi Publisistik (STP), Jakarta.

Selain aktif sebagai Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP), Pulo Lasman Simanjuntak  juga aktif diberbagai organisasi/komunitas sastra, di antaranya sebagai anggota Sastra ASEAN, Dapur Sastra Jakarta (DSJ), Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Bengkel Deklamasi Jakarta (BDJ), Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia, dan lain-lain.

Pulo Lasman Simanjuntak
Pulo Lasman Simanjuntak – (Sumber: Koleksi pribadi)

Tonggak bersejarah bagi Pulo Lasman Simanjuntak  adalah ketika ia pertama kali menulis puisi berjudul “Ibunda”dan dimuat di Harian Umum KOMPAS pada Juli 1977. Peristiwa ini membuatnya semakin bersemangat dalam berkarya.

Pada periode 1980-2022 beberapa karya sastranya mulai diterbitkan di Majalah Keluarga, Dewi, Nova, Monalisa, Majalah Mahkota, Harian Umum Merdeka, Suara Karya, Jayakarta, Berita Yudha, Media Indonesia, Harian Sore Terbit, Harian Umum Seputar Indonesia (Sindo), dan puluhan media lainnya.

Penyair yang namanya pernah masuk dalam buku “Apa & Siapa Penyair Indonesia ” dan buku “Leksikon Sastra Indonesia” ini pernah menerbitkan buku kumpulan karya sastranya, di antaranya buku berjudul “Traumatik”(1997), “Kalah atau Menang” (1997), “Taman Getsemani”(2016), “Bercumbu Dengan Hujan ” (2021), “Tidur Di Ranjang Petir” (2021),  ”Mata Elang Menabrak Karang” (2021), dan “Rumah Terbelah Dua ” (2021).

Selain itu,penyair yang mempunyai motto “Menulis Puisi Memang Tak Pernah Mati” ini, beberapa puisinya juga telah terhimpun dalam 26 buku antologi puisi bersama para penyair seluruh Indonesia lainnya.

Penyair Pulo Lasman Simanjuntak kini bermukim di Perum Pamulang Permai I, Jln.Bougenville 5 Blok A42 No.8,  Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ia bisa dihubungi melalui WhatsApp (WA): 0856-1827-332.

***