PISAU SASTRA (PisTra), Kolom Ruang Karya/Puisi, Minggu (08/03/2026) ─ Puisi berjudul “Ingin Sekadar Angin” ini merupakan hasil karya Ardhi Ridwansyah, seorang penyair kelahiran Jakarta dan salah satu puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”
Dari malam dingin dan sepi
Renggut satu per satu mimpi
Orang-orang mendengkur letih
Waktu melangkah pasti tikam
Segala yang mati
Kenang-kenanglah foto dan
Ucapan ulang tahun yang datar
Hari demi hari kening mengisut
Dahi pasang surut oleh ombak
Yang menyeret raga dalam
Sibuk dan mabuk.
Menatap mentari pandang bintang
Simpan belati; bersiap untuk memburu
Ambisi yang kehilangan taring
Lelah pun mengetuk pintu nurani
Sampai kapan terus begini
Bila ingin selalu menjadi angin
Gerak sana-sini tak dapat
Direngkuh lagi dan lagi.
Jakarta, 2026
***
Judul: Ingin Sekadar Angin
Pengarang: Ardhi Ridwansyah
Editor: JHK
Sekilas tentang Penyair

Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Termasuk 115 karya terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Bengkel Deklamasi 2021.
Puisi Ardhi juga dimuat di media seperti Suara Sarawak (Malaysia), koran Merapi, Pontianak Post, Harian Waspada, Radar Tuban, Media Indonesia, Republika, situs Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), Banten Raya, Bangka Pos, dan Rakyat Sumbar.
Instagram: @ardhigidaw