Puisi “Banyolan Kota Besar”

PISAU SASTRA (PisTra), Kolom Ruang Karya/Puisi, Rabu (22/04/2026) ─ Puisi berjudul “Banyolan Kota Besar” ini merupakan hasil karya Ardhi Ridwansyah, seorang penyair kelahiran Jakarta yang salah satu karya puisinya berjudul “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”.

Sebatas asa yang lamur
Di tengah gedung-gedung raksasa
Serta ingar bingar lampu jalan
Yang menawarkan bising
Di antara kaya dan miskin.

Keluh dan gundah sudah tercecer di kemeja
Namun belum satu pun lamaran
Diterima dengan kontrak kerja
Bisa lenyap sampai di sini segala harap
Daksa terasa lelap dalam jurang
Berisi lintah dan lalat.

Duduk menepi menampung iri ini hati
Orang-orang sudah melangkah pasti
Menuju jalurnya masing-masing
Sedangkan sepatu dekil yang menapak
Aspal panas ini masih terpaku pada
Penolakan bertubi-tubi

Teringat janji-janji politisi
Tentang yang manis-manis sebelum
Kedaluwarsa kini
Sekadar banyolan
Dalam panggung komedi

Jakarta, 2026

***

Judul: Banyolan Kota Besar
Penyair: Ardhi Ridwansyah
Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

Ardhi Ridwansyah, penyair - (Sumber: Koleksi pribadi)
Ardhi Ridwansyah, penyair – (Sumber: Koleksi pribadi)

Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998.  Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Termasuk 115 karya terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Bengkel Deklamasi 2021.

Puisi Ardhi juga dimuat di media seperti  Suara Sarawak (Malaysia), koran Merapi, Pontianak Post, Harian Waspada, Radar Tuban, Media Indonesia, Republika, situs Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), Banten Raya, Bangka Pos, dan Rakyat Sumbar.

Instagram: @ardhigidaw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *