Puisi “Buku dan Pena Gratis”

PISAU SASTRA (PisTra), Kolom Ruang Karya/Puisi, Selasa (21/04/2026) ─ Puisi berjudul “Buku dan Pena Gratis” ini merupakan hasil karya Ardhi Ridwansyah, seorang penyair kelahiran Jakarta yang salah satu karya puisinya berjudul “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”.

Anak itu termangu menatap dinding
Detak jantungnya merinding
Kala tahu bahwa
Pena dan buku sudah habis

Dia gemetar untuk sekadar bilang
“Bu, aku mau beli buku dan pena.”
Mengalir deras darahnya
Urat nadi terkilir

Dia mengerti untuk sesuap nasi
Susahnya seperti cabut nyawa sendiri
Bimbang di kepala mengambang di dada
Tanpa buku dan pena dia hanya seekor
Tokek menempel di dinding.

Namun kini anak itu mungkin tersenyum
Usai ada yang memberinya buku dan pena
Tanpa mengeluarkan sepeser pun biaya
Di sana bersama para malaikat.

Jakarta, 2026

***

Judul: Buku dan Pena Gratis
Pengarang: Ardhi Ridwansyah
Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

Ardhi Ridwansyah
Ardhi Ridwansyah , penulis/penyair – (Sumber: PISTRA)

Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998.  Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjar baru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Termasuk 115 karya terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Bengkel Deklamasi 2021.

Puisi Ardhi juga dimuat di media seperti  Suara Sarawak (Malaysia), koran Merapi, Pontianak Post, Harian Waspada, Radar Tuban, Media Indonesia, Republika, situs Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), Banten Raya, Bangka Pos, dan Rakyat Sumbar.

Instagram: @ardhigidaw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *