Puisi “Suryakencana”

PISAU SASTRA (PisTra), Kolom Ruang Karya/Puisi, Jumat (19/09/2025) ─ Puisi berjudul “Suryakencana” ini merupakan hasil karya L. Malaranggi atau akrab disapa “El”, seorang mahasiswa aktif yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Wiralodra, Indramayu, Jawa Barat.

Betapa indahnya
di tanah subur ini,
di tempat yang indah pelatarannya
dipenuhi ilalang tumbuh.

Gemersik angin menerpa lirih,
dingin melucuti sekujur badan.
Di tengah euforia ratusan orang berdendang,
damai percakapan di tenda-tenda,
dan kopi menjadi sajiannya.

Sesekali lamunan menyergapku;
imajinasi menjelma ilalang berdansa.
Angin kini mulai usil,
hati terkoyak-koyak,
bibir ini keluh bisu,
tergetar lara yang membara,
sobekan luka semakin menganga.

Di Suryakencana
aku memandangi lagi wajahmu
terang seperti cahaya di padang savana.

Melihatmu mencangkok rambut,
melihatmu duduk anggun
seperti putri mahkota raja.

Melihatmu tersenyum
menyaksikan rimbunnya pepohonan menjulang tinggi mengapit,
melihatmu sungguh
aku jatuh
dalam keharibaanmu.

***

Judul: Suryakencana
Pengarang: L. Malaranggi
Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

L. Malaranggi atau akrab disapa “El” adalah seorang mahasiswa aktif yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Wiralodra Indramayu. Dengan minat yang kuat terhadap isu-isu keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat, ia terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas diri baik secara akademis maupun organisasi. Di tengah kesibukan kuliah, ia tetap aktif mengikuti berbagai forum diskusi dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

L. Malaranggi
L. Malaranggi, Penulis/Penyair – (Sumber: Koleksi pribadi)

Keterlibatan El dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjadi wujud nyata dari semangat juang dan dedikasinya terhadap perjuangan kaum marhaen. Saat ini, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Kaderisasi GMNI Komisariat Hukum Universitas Wiralodra. Dalam posisi ini, ia berperan aktif dalam merancang dan melaksanakan program pengkaderan yang progresif, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran ideologis di kalangan anggota muda.

Sebagai kader muda yang berpijak pada semangat Trisakti Bung Karno, El meyakini bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk berpikir kritis dan bertindak kolektif. Baginya, organisasi bukan sekadar ruang berkumpul, melainkan tempat untuk menempa diri dan menyumbangkan energi terbaik demi kemajuan rakyat dan bangsa. Komitmen ini menjadi dasar pijakannya dalam menjalani setiap proses perjuangan, baik di ranah akademik maupun pergerakan.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *