PISAU SASTRA (PisTra), Kolom RUANG KARYA/PUISI, Sabtu (14/03/2026) – Puisi berjudul “Jejak di Kabut” ini merupakan karya original dari Yoyo C. Durachman, seorang penulis, pengarang, dosen, sutradara, dan budayawan Cimahi. Saat ini aktif sebagai anggota Dewan Penasehat, Pakar, dan Pengawas (DP3) Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC).
Akal adalah lentera
di lorong berkelok,
menyala namun tak tembus
kabut asal dan arah.
Tubuh—cangkang tanah,
jiwa—embun jatuh di batu sunyi.
Tanya berdenting
seperti lonceng tua di puncak waktu:
Kenapa wajah berbeda,
langkah tak sama,
hujan tak adil di bumi yang sama?
Jawab tak datang dari langit logika,
tapi dari sungai iman
yang mengalir pelan
di celah luka dan harapan.
***
Judul: Jejak di Kabut
Pengarang: Yoyo C. Durachman
Editor: Jumari Haryadi
Sekilas tentang pengarang

Yoyo C. Durachman adalah seorang seniman dan budayawan Cimahi yang multitalenta. Pria kelahiran Bandung, 21 September 1954 ini dikenal sebagai dosen, aktor, sutradara, penulis, pengarang, dan budayawan.
Selama karirnya dalam dunia teater, tidak kurang dari 30 pementasan telah dilakukan Yoyo dengan kapasitas sebagai sutradara, pemain, penata pentas, konsultan, dan pimpinan produksi. Naskah drama berjudul “Dunia Seolah-olah” adalah naskah drama yang ia tulis dan dibukukan bersama naskah drama lain milik Joko Kurnain, Benny Johanes, Adang Ismet, Arthur S. Nalan, dan Harris Sukristian.
Pensiunan dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ini kini sering diundang sebagai juri maupun sebagai narasumber diberbagai kegiatan kebudayaan. Selain itu, Yoyo juga aktif sebagai anggota Dewan Penasehat, Pakar, dan Pengawas (DP3) Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC).
***