Puisi “Mencium Bunga-Bunga”

PISAU SASTRA (PisTra), Kolom Ruang Karya/Puisi, Kamis (09/04/2026) ─ Puisi berjudul “Mencium Bunga-Bunga” ini merupakan hasil karya L. Malaranggi atau akrab disapa “El”, seorang mahasiswa aktif yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Wiralodra, Indramayu, Jawa Barat.

Untuk A…

I

Pohon yang kuat itu adalah
bahasa-bahasa yang tak kau kenali sebelum kau belajar lebih untuk memahami. Di antara yang tumbuh dan kuncup bersamaan, 
di antara yang mati tergeletak
dan tumbang, semuanya adalah apa-apa yang terlihat oleh binar mata kita. 

Ranting dan daun mungkin akan bertengkar, tapi merah pipimu bisa
merendahkan dengan sendirinya. Kau dan aku menatapnya, sambil mencium
beberapa anak kalimat yang tersangkut. Huruf-huruf merayap di atas, menari,
sementara kita duduk di bawahnya,
bercengkrama tentang pulang dan mati. 

II

Bahasa-bahasa yang sedari dulu kau kenali, ada bahasa-bahasa yang
berserakan di sekitar kita sendiri. Di antara angin yang berhembus dan bau
arabika di kebun nenek, itulah bahasa purba, tempat di mana tanah beranak-pinak
dan tumbuh menyusun dirinya sendiri. 

III

Kau dan aku hanya duduk, di
bangku kursi kosong, menatap bunga-bunga yang mekar,
berjingkrak, terkibas-kibas angin. 
Kita hanya duduk, berdua
menatap senja, bersendu sedan. 
Di antara mekarnya, aku tahu, 
di bawah matamu aku telah berlabuh.

***

Judul: Mencium Bunga-Bunga
Pengarang: L. Malaranggi
Editor: JHK

Sekilas tentang Penyair

L. Malaranggi
L. Malaranggi, penulis/pengarang – (Sumber: Koleksi pribadi)

L. Malaranggi kelahiran Indramayu adalah penulis cerpen, puisi dan esai. Ia menulis tentang pengalaman sehari-hari, ingatan, dan relasi antarmanusia dengan gaya sederhana dan reflektif. Selain menulis fiksi, ia juga tertarik pada isu sosial dan kebudayaan. Bisa di sapa di @malarangiii

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *