PISAU SASTRA (PisTra), Kolom RUANG KARYA/PUISI, Kamis (19/02/2026) – Puisi berjudul “Perjalanan Tanpa Batas” ini merupakan karya original dari Yoyo C. Durachman, seorang penulis, pengarang, dosen, sutradara, dan budayawan Cimahi. Saat ini aktif sebagai anggota Dewan Penasehat, Pakar, dan Pengawas (DP3) Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC).
Di jalan panjang tak bernama
kutapaki batu dan bunga
kadang langit tersenyum biru
kadang hujan menusuk jantungku
Langkahku pernah ringan
saat tawa tumbuh dari pelukan
dan malam terasa singkat
oleh nyala kecil harapan
Tapi luka pun hadir diam-diam
menyelinap di balik doa dan mimpi
mengajakku berdansa
di antara reruntuhan dan janji yang mati
Aku pernah jatuh
di lembah di mana nama sendiri pun asing
di sana kesialan tak pernah lupa alamat
dan duka duduk di meja makan
Namun aku juga pernah terbang
di atas sayap keberuntungan tak terduga
dihantarkan ke puncak
oleh tangan-tangan yang dulu kuanggap bayangan
Kemiskinan datang seperti sahabat lama
membawa pelajaran tanpa suara
lalu kekayaan mampir sebentar
menggoda, tapi tak pernah tinggal lama
Bahagia dan sedih
berjalan bersisian seperti bayangan
menggandengku tanpa permisi
dalam perjalanan yang tak pernah selesai
Tak ada peta di tanganku
hanya desir angin dan naluri luka
tapi aku tahu selama napas ini ada
aku masih berjalan — tanpa batas, tanpa jeda.
***
Judul: Perjalanan Tanpa Batas
Pengarang: Yoyo C. Durachman
Editor: Jumari Haryadi
Sekilas tentang pengarang

Yoyo C. Durachman adalah seorang seniman dan budayawan Cimahi yang multitalenta. Pria kelahiran Bandung, 21 September 1954 ini dikenal sebagai dosen, aktor, sutradara, penulis, pengarang, dan budayawan.
Selama karirnya dalam dunia teater, tidak kurang dari 30 pementasan telah dilakukan Yoyo dengan kapasitas sebagai sutradara, pemain, penata pentas, konsultan, dan pimpinan produksi. Naskah drama berjudul “Dunia Seolah-olah” adalah naskah drama yang ia tulis dan dibukukan bersama naskah drama lain milik Joko Kurnain, Benny Johanes, Adang Ismet, Arthur S. Nalan, dan Harris Sukristian.
Pensiunan dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ini kini sering diundang sebagai juri maupun sebagai narasumber diberbagai kegiatan kebudayaan. Selain itu, Yoyo juga aktif sebagai anggota Dewan Penasehat, Pakar, dan Pengawas (DP3) Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC).
***